Awalnya gigi berlubang mungkin hanya terlihat sebagai lubang kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun jika terus dibiarkan, kerusakan bisa berkembang menjadi gigi berlubang stadium 4 yaitu kondisi ketika bagian dalam gigi sudah terkena infeksi dan menimbulkan nyeri yang lebih parah.
Pada tahap ini penanganan tidak boleh ditunda karena risiko kerusakan gigi akan semakin besar. Lalu apa saja ciri-ciri gigi berlubang yang sudah memasuki stadium 4 dan bagaimana cara mengatasinya? Simak pembahasannya yang akan disampaikan oleh Opal Dental ini.
Apa Itu Gigi Berlubang Stadium 4?
Gigi berlubang stadium 4 adalah kondisi ketika kerusakan gigi sudah berkembang cukup jauh hingga mencapai pulpa atau saraf gigi.
Sebelumnya, lubang biasanya hanya mengenai enamel dan dentin. Namun ketika bakteri terus berkembang tanpa perawatan, infeksi akan masuk ke bagian terdalam gigi.
Pada tahap ini rasa sakit biasanya muncul lebih sering dan intensitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan gigi berlubang biasa. Bahkan, sebagian orang tetap merasakan nyeri meski tidak sedang makan atau minum.
Karena sudah termasuk gigi berlubang parah, kondisi ini sebaiknya tidak ditunda penanganannya agar infeksi tidak menyebar ke jaringan di sekitar saluran akar gigi.
Ciri-Ciri Gigi Berlubang Stadium 4
Setiap orang bisa mengalami gejala yang berbeda. Namun beberapa tanda berikut sering muncul ketika seseorang mengalami gigi berlubang stadium 4.
- Gigi berlubang dan berdenyut yang rasanya muncul terus-menerus.
- Gigi sangat sensitif terhadap makanan atau minuman panas maupun dingin.
- Lubang pada gigi terlihat semakin besar dan berwarna kehitaman.
- Sulit mengunyah karena terasa sakit saat gigi digunakan.
- Gusi bengkak disekitar gigi.
- Mulut mengeluarkan bau tidak sedap akibat infeksi.
- Pada beberapa kasus muncul benjolan kecil berisi nanah di area gusi.
Jika gejala tersebut sudah dirasakan sebaiknya jangan menunggu hingga rasa sakit hilang sendiri. Infeksi justru bisa terus berkembang meski nyeri mulai berkurang.
Penyebab Gigi Berlubang Bisa Sampai Stadium 4
Pada dasarnya gigi berlubang stadium 4 tidak terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini merupakan hasil dari kerusakan gigi yang berlangsung cukup lama tanpa penanganan.
Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan antara lain:
- Jarang menyikat gigi.
- Sering mengonsumsi makanan dan minuman manis.
- Tidak rutin memeriksakan gigi ke dokter.
- Membiarkan lubang kecil tanpa ditambal.
- Penumpukan plak dan karang gigi.
Awalnya lubang mungkin hanya berukuran kecil. Namun bakteri akan terus menghasilkan asam yang mengikis lapisan gigi hingga akhirnya mencapai saraf.
Apakah Gigi Berlubang Stadium 4 Masih Bisa Diselamatkan?
Pertanyaan ini cukup sering ditanyakan pasien.
Jawabannya tergantung dari kondisi gigi saat diperiksa oleh dokter.
Jika struktur gigi masih cukup kuat, dokter biasanya akan berusaha mempertahankan gigi melalui perawatan saluran akar (PSA). Setelah infeksi dibersihkan, gigi dapat ditambal atau dipasang mahkota (crown) agar kembali berfungsi dengan baik.
Namun apabila kerusakan sudah terlalu luas, akar mengalami infeksi berat, atau sisa mahkota gigi sudah tidak bisa dipertahankan, dokter mungkin akan menyarankan pencabutan. Karena itu semakin cepat diperiksa peluang gigi untuk diselamatkan juga semakin besar.
Cara Mengatasi Gigi Berlubang Stadium 4
Penanganan gigi berlubang stadium 4 tidak cukup hanya dengan obat pereda nyeri. Obat memang bisa membantu mengurangi rasa sakit sementara, tetapi tidak menghilangkan penyebab utamanya.
Dokter biasanya akan menentukan perawatan sesuai kondisi gigi seperti:
- Membersihkan bagian gigi yang mengalami infeksi.
- Melakukan perawatan saluran akar jika saraf masih bisa ditangani.
- Menambal atau memasang crown setelah infeksi selesai dibersihkan.
- Mencabut gigi apabila kerusakannya sudah tidak dapat dipertahankan.
Selama menunggu jadwal pemeriksaan, hindari mengunyah menggunakan sisi gigi yang sakit dan usahakan menjaga kebersihan mulut dengan baik.
Cara Mencegah Gigi Berlubang Stadium 4
Mencegah tentu jauh lebih mudah dibandingkan mengobati.
Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu mencegah lubang berkembang menjadi lebih parah.
- Menyikat gigi minimal dua kali sehari.
- Menggunakan pasta gigi berfluoride.
- Membersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss.
- Mengurangi makanan dan minuman tinggi gula.
- Rutin kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.
- Segera menambal gigi jika mulai berlubang.
Dengan langkah sederhana tersebut, kerusakan gigi bisa dihentikan sejak tahap awal sebelum berkembang menjadi gigi berlubang stadium 4.
Kesimpulan
Gigi berlubang stadium 4 merupakan kondisi ketika kerusakan sudah mencapai tahap infeksi saraf gigi sehingga menimbulkan rasa sakit yang lebih berat dan berisiko menyebabkan infeksi. Meski begitu, bukan berarti semua gigi harus dicabut. Selama kondisinya masih memungkinkan, dokter akan berusaha mempertahankan gigi melalui perawatan yang sesuai.
Jangan menunggu sampai rasa sakit semakin parah atau muncul pembengkakan. Jika mulai merasakan gejala gigi berlubang parah, segera periksakan diri ke dokter gigi agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Semakin awal ditangani, semakin besar peluang gigi tetap dapat dipertahankan dan kembali berfungsi dengan baik.